The Muhasabah

 

Ada kalanya beberapa saat kita kembali kepada-Nya, Sang Pencipta Alam Semesta beserta isinya, meninggalkan sejenak setiap detik waktu yang kita habiskan untuk hal-hal keduniawian. Semoga sedikit muhasabah yang diambil dari lirik nasyid ini bisa menuntun untuk kembali mengingat kepada-Nya, Sang Maha Pengampun Dosa. Semoga teman-teman semua juga bisa merasakan indahnya bermuhasabah kepada-Nya.

Dalam Doa

Duduk bersimpuh dihadapan-Mu
Mencoba mendekati-Mu yang terasa jauh
Sujud memohon ke Hadirat-Mu
Meraih cinta kasih-Mu yang kuharap selalu

Mengangkat kedua tanganku meminta pengampunan-Mu
Bercucuran air mataku mengharap kau melihat, kesungguhanku
Mencari setitik cahaya-Mu di kegelapan jiwaku
Bergetar bibirku di saat ku mengucapkan nama-Mu, dalam doa

Semua pinta kuhaturkan pada-Mu
Mengharap kau mengabulkan semuanya itu
Segala dosa kukatakan pada-Mu
Semoga Kau mengampuni kelalaianku

Sehingga akan terasa ringan di setiap langkahku
Menjalani hari-hariku yang ku tak pernah tahu, sampai kapankah

(Oleh: Haris Shaff-Fix)

Taubat

Wahai Tuhan jauh sudah
Lelah kaki melangkah
Aku hilang tanpa arah
Rindu hati sinar-Mu

Wahai Tuhan aku lemah
Hina berlumur noda
Hapuskanlah terangilah
Jiwa di hitam jalanku

Ampunkanlah aku
Terimalah taubatku
Sesungguhnya Engkau
Sang Maha Pengampun Dosa

Ya Rabbi ijinkanlah
Aku kembali pada-Mu
Meski mungkin takkan sempurna
Aku sebagai hamba-Mu

Ampunkanlah aku
Terimalah taubatku
Sesungguhnya Engkau
Sang Maha Pengampun Dosa
Berikanlah aku kesempatan waktu
Aku ingin kembali
Kembali kepada-Mu

Dan mungkin tak layak
Sujud pada-Mu
Dan sungguh tak layak aku

(Oleh: Opick)

Buka Mata Buka Hati

Buka mataku buka hatiku
Allah terangilah hidupku dengan sinar-Mu
Aku meraba tak berdaya
Tanpa rahmat-Mu aku hilang

Beribu dosa tlah terjadi
Mewarnai langkahku
Hitam diri
Bukalah hari yang lalu

Bila tanpa cahaya-Mu
Gelap seluruh hidupku
Tak berdaya
Tak berarti sia-sia

Tak mungkin bisa
Kusempurna mencintai-Mu
Seperti kemahaan-Mu

Diri yang hina
Berlumur noda
Hanya besimpuh
Memohon belas kasih-Mu

(Oleh: Opick)

Rapuh

Detik waktu terus berjalan
Berhias gelap dan terang
Suka dan duka tangis dan tawa
Tergores bagai lukisan

Seribu mimpi berjuta sepi
Hadir bagai teman sejati
Di antara lelahnya jiwa
Dalam resah dan air mata
Kupersembahkan kepada-Mu
Yang terindah dalam hidupku

Meski ku rapuh dalam langkah
Kadang tak setia, kepada-Mu
Namun cinta dalam jiwa
Hanyalah pada-Mu

Maafkanlah bila hati
Tak sempurna mencintai-Mu
Dalam dada ku harap hanya
Diri-Mu yang bertahta

Detik waktu terus berlalu
Semua berakhir pada-Mu

(Oleh: Opick)

Khusnul Khotimah

Terangkanlah.. terangkanlah..
Jiwa yang berkabut langkah penuh dosa
Bila masa tlah tiada
Kereta kencana datang tiba-tiba

Airmata dalam luka tak merubah ceritanya
Hanya hening dan berjuta tanya
Dalam resah dalam pasrah

Terangkanlah.. terangkanlah..
Hati yang mengeluh saat hilang arah
Detik waktu yang memburu
Detik yang tak pernah kembali padaMu

Terangilah.. terangilah..
Bimbing kami dalam langkah
Ampunilah.. maafkanlah..
Dosa hidup sebelum di akhir masa

Ya Allah biha ya Allah biha
Ya Allah bi khusnul khotimah
Ya Allah biha ya Allah biha
Ya Allah bi khusnul khotimah

(Oleh: Opick)

Dan aku masih mencintai-Mu sampai kapanpun, Rabb…