Tersirat dalam wajah lelahnya, sebuah keikhlasan dalam menjalankan amanah. Beliau adalah ibunda guru Muslimah, sesosok wanita perkasa di pulau Belitong nun jauh di seberang sana. Jasanya dalam pendidikan sungguh menginspirasi. Tak heran jika Andrea Hirata, sang penulis fenomenal itu mengukir namanya di dalam sebuah tetralogi buku. Juga tersemat di dalam hatinya. Beliau adalah seorang pengajar, guru, pendidik, yang rela menerima setiap keterbatasan dalam mencerdaskan anak-anak didiknya. Beliau adalah ibu di sekolah. Ibu guru selalu mulia.
Tak jauh berbeda, tersebut seorang wanita yang juga mencoba mengabdikan diri kepada masyarakat dan negara. Tak kenal waktu dalam pengabdian. Malam bukan waktu yang khusus baginya, karena kehendak Tuhan akan kelahiran seorang anak manusia tidak bisa diatur oleh manusia. Ketika terpanggil untuk sebuah penyakit yang menyerang warga di tempat yang jauh disana, maka ini menjadi tantangan untuk sebuah komitmen. Jubah putih dengan sematan merah delima yang selalu dipakainya seakan mengisyaratkan kebersihan dan kesucian hati dalam menjalankan peran. Beliau adalah ibuku. Wanita paling hebat sedunia.
Sungguh, berapapun untaian kata terindah di dunia ini terangkai sempurna, tidak akan bisa menggantikan setiap tetes keringat ibu untuk kita.
Teruntuk ibu-ibu hebat di seluruh Indonesia,
selamat hari ibu..
Serta untuk ibuku yang saat ini sedang berada di Surabaya,
I’ll always love you mom.. ![]()





