Archive for the ‘ Aku ’ Topics



 
Friday, March 19th, 2010

Dan begitulah.. sekali lagi Allah menunjukkan kuasanya. Doa teman-teman semua, semoga acara kami dimudahkan, dilancarkan dan diberkahkan. Juga semoga kami menjadi keluarga yang sakinah, mawaddah, warrahmah nan penuh berkah dalam sebuah perjanjian yang berat, mitsaqan ghalizan ini. Amiin..

(more…)

 
Wednesday, August 19th, 2009


Telah datang kembali bulan yang dinanti. Satu bulan yang sangat istimewa bagi kami, ummat nabi Muhammad SAW. Keberkahan demi keberkahan muncul setiap hari seakan menjadi konsumsi rutin di bulan suci ini. Mulai sahur hingga waktu berbuka menjelang, rasanya hati ini senantiasa terjaga jika dibandingkan dengan hari-hari biasa di luar bulan Ramadhan. Juga kebersahajaan dari masyarakat yang menjalani (maupun yang tidak menjalani) ibadah wajib puasa di bulan ini pun turut mewarnai indahnya Ramadhan. Suasana yang ada juga ikut berperan. Toleransi yang kuat oleh saudara lain yang tidak menjalani juga kian terasa. Banyak toko makanan tutup atau memberlakukan sebuah perlakuan khusus kepada konsumennya di siang hari. Di malam harinya, banyak warga yang mendapatkan berkah melalui usaha mereka. Mulai dari ‘pasar kaget’ Ramadhan hingga paket-paket yang menarik untuk berbuka puasa di beberapa sudut rumah makan.

(more…)

 
Saturday, June 27th, 2009

Semuanya berawal dari telepon tengah malam yang mengagetkan itu (udah biasa pak, disini emang gitu, kata salah satu teman saya enteng). Entah kenapa, akhir-akhir ini selalu saja saya yang menjadi obyek penderita jika ada tugas dinas keluar. Okelah kalau bapak pimpinan itu bilang saya masih single, belum punya tanggungan istri dan anak, masih muda dan enerjik, juga manutan (penurut, Ed. Yang ini maksa sih sebenarnya). Namun satu hal yang mereka mungkin belum tahu, bahwa saya sebenarnya juga suka traveling!

Benar, Kawan, saya berpetualang lagi untuk mencari (boleh juga diartikan menantang) sesuatu yang baru, dan meninggalkan segala kenyamanan yang ada. Tiga minggu yang lalu, kedua orang tua tercinta melepas kembali putra kesayangannya ini di sebuah stasiun kereta api. Dengan berbekal seadanya -sedikit pakaian tanpa peralatan make-up, berkas-berkas penugasan, gadget-gadget teman setia & tak lupa kartu sakti yang konon bernama ATM itu- saya berangkat ke Bandung (masih di seputaran Indonesia kok, hehe). Lumayan naik KA Eksekutif, karena memang ada yang menanggung semua biayanya (tentu saja negara dong, kalo kantong pribadi mah bisa tekor di jalan!).

(more…)