Archive for the ‘ Cerpen ’ Topics



 
Saturday, November 8th, 2008

Padang ilalang di depannya menjadi kering ketika kemarau tiba. Ranting-ratingnya menjadi coklat, kering tak ada daunnya satupun. Biasanya, hanya capung-capung saja yang sudi menyempatkan tubuhnya untuk beristirahat disitu. Dan ketika musim menjadi penghujan, capung-capung itu malah hilang bagai terusir. Hanya beberapa ekor saja yang beterbangan di atasnya. Namun begitu, biasanya orang-orang sekitar sudah bisa menyimpulkan sendiri bahwa hujan deras akan turun secepatnya. Buru-buru mereka mempersiapkan penyambutannya. Melindungi hasil kerja kerasnya dengan penutup seadanya agar tidak rusak. Menikmati bunyian air yang jatuh dari langit sambil menghirup baunya dalam-dalam. Lalu, mereka yang sudah memunyai istri di rumah, selalu teringat akan masa-masa indahnya. Bagi mereka yang belum bertemu jodohnya, kenangan akan keluarga yang ditinggalkan di kampung bisa menjadi sesuatu penggugah dan semangat tersendiri dalam meneruskan perjuangan mengais pundi-pundi rupiah di tanah orang ini. Dan beberapa rekannya yang terikat dengan Tuhannya, perasaan mereka pasti tertuju pada sebuah kebenaran akan penciptaan yang maha kompleks tentang karunia hujan. Hujan, memang menjadikan banyak orang luluh jiwanya. (more…)